May 18, 2013

Deserve Love - The Perks of Being a Wallflower


Teringat dengan sedikit potongan percakapan dari film yang beberapa bulan lalu baru gw tonton. Dari percakapan singkat antara murid dengan guru Bahasa Inggris nya tersebut, ternyata udah cukup untuk memberikan pemahaman yang ngena buat gw. Pada scene itu, si pemeran utama yang bernama Charlie (cast by Logan Lerman), yang memiliki karakter insecure itu, di akhir kelasnya bertanya kepada gurunya, Mr. Anderson (cast by Paul Rudd).

Here are the short conversation:

"Why do nice people choose the wrong people to date?"

Sejenak gurunya yang sambil lalu merapikan buku-bukunya terhenyak, teringat kondisi yang juga dialaminya sendiri saat ini.

"Are we talking about anyone specific..?"

"...."

"We accept the love we think we deserve."

"Can we make them know they deserve more?"

"We can try.."


We accept love we think we deserve. Yes. Damn true.
Mungkin ini memang jawaban dari  pertanyaan-pertanyaan semisal; mengapa kita sering melihat pasangan-pasangan yang sepertinya tidak cocok tapi tetap mempertahankan untuk tetap memilih pasangannya tersebut. Pasangan-pasangan yang sebenarnya kalau mereka bersama justru lebih banyak terjadi tangisan, gelisah dan sakit hati dibandingnkan dengan bahagia yang didapat.

Ya, mungkin memang ini jawabannya. Kita menerima cinta, yang kita rasa kita layak untuk mendapatkannya. Dalam kasus di film The Perks of Being a Wallflower ini, Charlie menyimpan rasa suka kepada temannya, Sam yang telah memiliki kekasih berkarakter negatif yang lebih sering mengecewakannya. Charlie sudah cukup sering melihat Sam menangis karena Craig, kekasihnya. Charlie, yang memiliki perasaan mendalam kepada Sam tidak dapat mengerti mengapa ia yang memiliki karakter baik, periang, asik dan penuh empati itu bisa menerima seseorang berperangai kasar dan buruk seperti Craig. Semuanya masih terlihat membingungkan sebelum Charlie mendapatkan pengertian dari gurunya. Dan penjelasan langsung dari Sam...

Sam, gadis yang dicintainya itu, siapa sangka pada masa kecilnya dipaksa menjadi wanita penghibur oleh ayah kandungnya sendiri. Kini, disaat dewasanya ia bahkan merasa jijik dengan dirinya sendiri. Ia merasa kotor, rendah dan tidak pantas untuk dicintai dan mencintai seorang baik-baik seperti Charlie walaupun ia pun memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Ah, its just confusing, yes.

Dari film yang sebenarnya terasa mirip sekali dengan ftv Indonesia ini (yang mana gw kadang ogah banget nonton karena jalan ceritanya yang dangkal dan mudah ditebak), tapi gw bisa mendapatkan pelajaran yang cukup berharga. Lebih sering memang kita merasa hidup ini aneh. Kita menyayangi seseorang tetapi kita tidak punya cukup keberanian untuk memilikinya karena terhalang oleh keterbatasan-keterbatasan (perasaan, status sosial, dan pemikiran-pemikiran lainnya) kita sendiri. Pada akhirnya kita lebih memilih melihatnya pergi dengan orang yang kita rasa kurang pantas mendampinginya, lalu membayang-bayangi hidup kita sendiri dengan pernyataan "You really deserve the love more than that. Oh dear.. your lover, it should be me, not him/her.." :(

[Oke, kenapa ini berasa advice yang cukup berpengalaman. :( ]

Pada akhirnya gw hanya ingin menjadikan ini semua pelajaran yang berharga. Dari film ini, dari pengalaman pribadi yang [mungkin-ah gak yakin gini gw] telah terjadi, dan pengalaman-pengalaman serupa dari orang-orang sekitar yang dekat dengan gw.. Setelah ini jadi ingin rasanya ketemu sama seseorang yang bisa kita sampaikan padanya:

I deserve your love, and you deserve my love, trully...

:)

*eh, ini bukan kepedean kan, ya??* *grin*
*pray* xD

3 comments:

ana said...

yea, it works that way.

many lovers feels that they doesnt deserve the love they have accept.

i feel i dont deserve it, so i (think i)know what sam feels.

crypto said...

eh, pas gue baca komen gue lagi, kayaknya salah arti deh.

doesnt deserve maksudnya, gue bahkan menganggap ini semua berlebihan. jadi gue bahkan ga bisa berharap lebih dari ini karena itu artinya serakah.

"deserve better" seringkali diartikan sebagai "tidak bersyukur" dan "serakah".

dwi nurani said...

hahaha, you do deserve your love an! udeeeh mangkenye jangan kebanyakan galau. xD mulai sekarang hargai apa yang udah lu punya ye,, (baca: cinta) o:)