Wuiissss..... judulnya ya. Obsesi banget apa neng?? :)) Entah kenapa dari dulu tuh kegiatan menelisik dan mengamati orang itu hal yang secara gak sadar ternyata suka gue lakukan (menelisik dan mengamati orang ya. bukan data. -___-). Tanpa sadar juga ternyata gue sering men- stalking orang secara berlebihan. Kepo banget yak. :| Dan yang gw temukan memang aktivitas ini ternyata menyenangkan. (aduh, dosa gak ya? :|). Ah, mungkin ini juga efek dari kegemaran gw baca novel dan komik-komik detektif. Tadi pagi, pas lagi buka kaskus gw nemu thread ini. Excited banget dong bacanya,, xD Apa aja si keahlian yang dibutuhin untuk jadi seorang detektif? Let's see , apakah gw cocok atau enggak jadi detektif. Hihihi,, --------------------------------------------------------------------------------------------------------- Beberapa keahlian yang dibutuhkan oleh detektif : Kemampuan daya ingat , meskipun dengan pandangan sekilas. Ini antara lain berguna ketika kita menemui kasus
Iseng nih gara-gara abis ngulas tentang si Chickenstrip - Why Did The Chicken Browse The Social Media. Si why did the chicken cross the road ini lelucon lama dan long lasting banget ya emang. :)) Browsing di google, eh, dapet postingan ini deh,, Let's see! :)) Q Why Did The Chicken Cross The Road? A Guru TK: Supaya sampai ke ujung jalan. FBI: Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa. Aristoteles: Karena merupakan sifat alami dari ayam. Martin Luther King, Jr.: Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.
Teringat dengan sedikit potongan percakapan dari film yang beberapa bulan lalu baru gw tonton. Dari percakapan singkat antara murid dengan guru Bahasa Inggris nya tersebut, ternyata udah cukup untuk memberikan pemahaman yang ngena buat gw. Pada scene itu, si pemeran utama yang bernama Charlie (cast by Logan Lerman), yang memiliki karakter insecure itu, di akhir kelasnya bertanya kepada gurunya, Mr. Anderson (cast by Paul Rudd). Here are the short conversation: "Why do nice people choose the wrong people to date?" Sejenak gurunya yang sambil lalu merapikan buku-bukunya terhenyak, teringat kondisi yang juga dialaminya sendiri saat ini. "Are we talking about anyone specific..?" "...." " We accept the love we think we deserve. " "Can we make them know they deserve more?" "We can try.." We accept love we think we deserve . Yes. Damn true. Mungkin ini memang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan semisal; mengapa k...
Comments