Nov 7, 2014

Layanan Telematika


Menurut RUU Konvergensi Telematika Penyelenggaraan Layanan Jaringan Telematika adalah kegiatan penyediaan konektivitas dasar dan bandwidth yang mendukung beragam aplikasi dan memungkinkan komunikasi antar jaringan. Penyelenggaraan Layanan Jaringan Telematika adalah kegiatan penyediaan layanan aplikasi telematika yang terdiri aplikasi pendukung kegiatan bisnis dan aplikasi penyebaran konten dan informasi. Aplikasi adalah layanan dasar dan/atau layanan nilai tambah yang ditambahkan pada layanan jaringan.

1.    Layanan Telematika di Bidang Layanan Informasi
Layanan informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat mengolah dan memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait  dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya.


Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.


Contoh penggunaan telematika di bidang layanan informasi antara lain seperti informasi cuaca, hiburan dan m-commerce dan informasi layanan jalan raya.



2.    Layanan Telematika di Bidang Layanan Keamanan

Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan data. Layanan ini terdiri dari enkripsi, penggunaan protocol, penentuan akses control dan auditing. Layanan ini melindungi sebuah informasi maupun data agar tidak mudah diambil atau diakses oleh pihak lain yang tidak berwenang. Peningkatan keamanan jaringan dapat dilakukan terhadap:


a.     Rahasia (Privacy)
Dengan banyak pemakai yang tidak dikenal pada jaringan menyebabkan penyembunyian data yang sensitif menjadi sulit.
b.    Keterpaduan Data (Data Integrity)
Karena banyak node dan pemakai berpotensi untuk mengakses sistem komputasi, resiko korupsi data adalah lebih tinggi.
c.     Keaslian (Authenticity)
Hal ini sulit untuk memastikan identitas pemakai pada sistem remote, akibatnya satu host mungkin tidak mempercayai keaslian seorang pemakai yang dijalankan oleh host lain.
d.     Convert Channel
Jaringan menawarkan banyak kemungkinan untuk konstruksi convert channel untuk aliran data, karena begitu banyak data yang sedang ditransmit guna menyembunyikan pesan.

Contoh kasus:
Teknologi telematika dalam sistem keamanan ditanamkan pada mobil. Sistem keamanan ini menggunakan password untuk mengakses sistem dealership’s web-based untuk menggerakkan sistem immobilization terhadap 100 mobil. Sistem ini diinstal oleh Texas Auto Center tujuannya adalah mengaktifkan kepemilikan lebih mudah jika pembeli gagal untuk melakukan pembayaran (melewati batas pembayaran) .

Dengan adanya sistem ini maka pembeli yang melewati pembayaran tidak akan bisa mengendarai mobil mereka selama 5 hari, sampai dealer dari ATC me- reset ulang semua usernames dan password pada sistem.


3.    Layanan Telematika di Bidang Layanan Context Aware dan Event Based

Context awareness  dan event base merupakan kemampuan sebuah sistem untuk memahami user, network, lingkungan, dan dengan demikian dapat melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan. Karakteristik dari user, network dan lingkungan disebut konteks.


Menurut Albrecht Schmidt ada tiga hal yang menjadi perhatian pada sistem context-aware, yaitu:


a.      The acquisition of context

Berkaitan dengan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh konteks lokasi, dengan pengguna sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
b.      The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

c.       Application behavior base on the recognized context

Dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan control penuh kepada pengguna sistem.

Contoh aplikasi sederhana adalah LBS (location-based service). Misalnya, sewaktu user mencari keyword tertentu (pom bensin, kafe, ATM, dll), maka ia akan memperoleh hasil yang berbeda tergantung pada posisi user. Ini dapat mulai digabungkan dengan beberapa info dari user. Misalnya pom bensin atau kafe di dekat posisi user yang menerima pembayaran dengan ATM yang dimiliki user.


4.    Layanan Telematika di Bidang Layanan Perbaikan Sumber
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola,  pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga  pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.


Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.


Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu:
a.      Bidang Ekonomi
Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk barang dan jasa.
b.      Bidang Politik
Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan public sehingga menghasilkan dukungan politik.

Dari kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu:
1.      Pengembangan peningkatan kapasitas industry.
2.      Pengembangan layanan publik.


Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :
1.      Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangunan.
2.      Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.



Kelebihan Layanan Telematika

  1. Di bidang informasi, layanan telematika berperan besar dalam kemudahan mengakses informasi bagi user (masyarakat) yang membutuhkan. Dengan didukung teknologi mobile yang semakin mudah pula dijangkau bahkan oleh masyarakat menengah ke bawah, layanan telematika cukup berperan dalam mengembangkan pola pikir dan gaya hidup masyarakat.
  2. Di bidang keamanan, layanan telematika sangat berperan untuk mengurangi pencurian data, pengaksesan sistem informasi secara ilegal, dan lain-lain.
  3. Pada layanan context aware dan event base, pengguna dapat membuat sistem yang bersifat otomatis dengan memasukkan parameter-parameter sebagai data user, preferensi user sebagai kemampuan dalam memberikan keputusan yang cepat dan akurat.
  4. Dalam layanan perbaikan sumber, layanan telematika berperan dalam meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.

Kekurangan Layanan Telematika
  1. Penggunaan layanan teknologi untuk mengakses informasi dengan tidak bijak atau sewenang-wenang tanpa pengawasan dapat berdampak buruk pada pembentukan karakter dan moral.
  2. Layanan telematika di bidang keamanan berpotensi menimbulkan kerugian apabila ditemukan celah keamanan pada sistem oleh para cracker/hacker.
  3. Pada layanan context aware dan event base, adanya masalah-masalah yang timbul karena parameter dan data yang tidak sesuai dengan permasalahan yang ada sangat berpotensi menimbulkan kerugian.
  4. Tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal akan sulit tercapai jika tidak sungguh-sungguh didukung oleh SDM yang kompeten.

Saran
Dalam kehidupan modern sehari-hari, layanan telematika pada dasarnya sangat tepat dan efektif digunakan bagi masyarakat karena dapat mempermudah segala aktifitas untuk mencapai tujuannya. Namun seperti dampak teknologi lainnya, pemanfaatan layanan telematika juga dapat berakibat tidak baik jika tidak diimbangi dengan aturan dan kontrol dari pihak yang berwenang, dalam hal ini pemerintah. Dengan adanya RUU Konvergensi Telematika, semoga pemerintah dapat mengatur layanan telematika di Indonesia tanpa mengabaikan hak-hak warga negaranya.


Referensi:



No comments: