Aug 14, 2011

Mimpi #2

Sebelumnya gw mau menyisipkan barang satu dua kalimat. Ada galau di hati gue gara-gara album barunya Owl City - All Things Bright and Beautiful - udah ada bocorannya di dunia maya. Gue baca postingan pertamanya di Kaskus. Shock juga liatnya. Antara gak terima dan gak peduli juga si. Setelah diikuti itu link download, ternyata yang upload salah satu follower (yang udah gak follow lagi) gua di twitter. Anak dari Portsmouth kalo gak salah. Katanya dia dapetnya juga gara-gara salah satu branch labelnya Adam di Mexico. Gile aje tuh, bocor dari branch label. Ada kesalahan teknis apa gerangan bisa sampe bocor? Kalo ga salah di iTunes pula. -____-'' Apapunlah. Gua juga gak ngikutin banget kisahnya. Hampir aja tergiur buat ikutan download tuh kemaren. Untung aja setannya gak lama-lama bisikin gw. Keburu liat retweet dari @OwlCityIndo :D
Intinya, gw masih belum dengerin ATBAB sampe saat ini, kok (kecuali 3 lagu yang udah publish). Gw sabar nunggu tanggal 14 Juni aja. :)
Okay, balik ke judul postingan ini yah. Tentang mimpi tidak biasa kedua yang mau gw kisahkan (penting banget gitu? hahahah,,) Oiya, sebelumnya ada gak sih orang yang cerita2in mimpinya kayak gw gini? Kalo ga ada biarkanlah gw jadi yang pertama. Gagagaga,, :))

Sebenernya pait si mau ceritainnya. Betapa tidak, mimpi ini bikin gw kepikiran apakah ini sindiran buat gw atau bukan (siapa yang nyindir gue yah?) :-?
Seinget gue, itu mimpi diawali dengan gue -Dwi Nurani- yang lagi dalam perjalanan pulang entah dari mana, sendiri, dengan kostum gw semasa PKL (rok item, kemeja, ransel ThreeRey item, sepatu kanvas putih, kerudung senada warna kemeja. can you figure it out?) tiba-tiba menerima panggilan masuk di ponselnya dan ada suara seorang laki-laki disana. Percakapannya cuma sekedar "Temenin gue, yuk." Oh, heey..... siapakah dia?...
Siapa. Gue juga gak tau siapa itu orang. Yang pasti gw menuruti ajakannya buat nemenin dia. Buat apa tebak? Nemenin nyari cincin pernikahan. -____-'' What?? Cincin pernikahan? Tapi kok ngajak gue nyarinya ke toko pernak-pernik biasa gini? Bukannya toko perhiasan gitu secara laki-laki di mimpi gue ini perlente abis pake jas (walau gak pake dasi) udah layaknya pebisnis or pejabat. Cincin? Gue diajak milihin cincin buat calon istrinya? Jah... tau calon istrinya aja gue enggak.... Aneh.
Entah bagaimana caranya gw bisa sampe ke tempat janjian dengan laki-laki itu, lalu ketika sampe dia langsung menghampiri gw dan tanpa ngasih tau sebelumnya kalo mau nyariin cincin buat calon istrinya. Dia cuma ngajak gw masuk ke sebuah toko yang kalo diperhatikan seperti bangunan tua yang berlangit-langit tinggi dengan cat yang agak pudar. Selama jalan ke dalam toko, he just quite and didn't say anything! Sampai akhirnya tiba di meja counter atau etalase tepatnya, gw yang polos nanya langsung begitu aja "Mau cari apa sih?" yang mungkin seharusnya lebih tepat jika gw bertanya "Mau ngapain, sih?"
"Pilihin cincin, dong." Nah, akhirnya tu orang ngomong juga walaupun gw masih gak nangkep maksudnya. Sesaat gue bengong (tapi gak dengan mulut terbuka lho, ya :p) dan mikir sambil menatap deretan cincin imitasi.
1 detik.... 2 detik...
Aha! Cukup 2 detik buat gue untuk 'klik' dan kembali menengok ke cowok itu dan bilang "Buat cewek lo yah?? :D" dengan wajah berbinar senang dengan tebakannya yang hebat. Si cowok mengiyakan dengan anggukan dengan ekspresi datar. Ihh... gimana sih ni orang. Gak punya ekspresi banget. -____-
Mulai deh gue nyoba-nyobain cincin ini itu di jari gw langsung. Gw ambil dua cincin langsung dan gw coba di jari tengah & manis tangan kiri gw. Gue mah sibuk sendiri nyari cincin yang bagus menurut pendapat gw, eh malah disaat itu kayaknya itu cowok ngomong banyak hal deh. Tapi gw gak merhatiin. Yang gw perhatikan adalah cincin plastik bermotif stroberi dengan bandul kecil di jari tengah gw. (Apa sih gue malah ngambil yang model begituuu?? *lompat dari gedung*) Sementara laki-laki disebelah gue nunjuk satu cincin ke mbak-mbak penjaga etalase dan tiba-tiba bilang "Coba yang ini," sambil masukin cincinnya ke jari manis tangan sebelah kanan gw. I said, "Hmm.... iya ini bagus nih,," then when i saw him, he starred at me deeply. So deep, with no one word.
Wait, what?? Why are you starring me like that?? Are you angry with me? (His anger showed on his face, and so disappointed) Did i do something bad to you? Is, is there 'something' between you, and i? Us? :|
Because it's just a dream so, yes, i think there is something between us. He and i. I'm act like a fool for several minutes before. But, WHO ARE YOU?!
Ihh... Aneh... Kayak di drama-drama Korea aja nih. Padahal gw lagi gak nonton drama sekarang-sekarang ini. :|
Emang sih, dari pertama ketemu itu cowok -di mimpi itu- memang kayak ada sesuatu diperasaan gw. Sesuatu yang sepertinya 'mengikat' antara dia dan gue. Tapi, gw bahkan gak tahu dia itu siapa. Kalo memang dia harusnya ingin bersama gw, kenapa malah mau nikah sama orang lain? Dan kenapa mesti ngajak gue nyariin cincin buat calon pasangannya itu? Tolong, jangan jadikan kisah gue jadi seperti yang ada di drama-drama Korea itu. Jangan setega itu sama gue :( If it's me you want to share live with, why don't you just say it straight and ask me to. More about you've known that i want to share with you too... :(
Ya Allah, jika memang dia jodohku, buatlah hatinya hanya untukku saja. Amin...
(berdoa tanpa bermaksud egois).
ps: gw gak mau berpikir lebih jauh lagi tentang mimpi ini. dramatis. semoga tidak terjadi. amin.

No comments: