Aug 6, 2011

Sedikit Dari Kisah "Botchan"

Semua orang dalam staf guru harus bergantian mengambil tugas malam; semua orang kecuali si Tanuki dan si Kemeja Merah. Ketika aku bertanya bagaimana mereka bisa mendapat pengecualian, aku diberitahu bahwa posisi kepala sekolah dan kepala guru di sekolah menengah hanya bisa didapat dengan persetujuan kekaisaran dan penerimanya juga memperoleh gelar sonin, dan bahwa gelar ini berarti pembebasan dari kewajiban.

Omong kosong! Bagaimana bisa mereka mengeruk gaji gemuk, menjalani jam kerja pendek, lalu dibebaskan daru tugas malam? Itu tidak adil. Mereka membuat peraturan-peraturan yang mendukung kepentingan mereka sendiri, lalu tanpa malu, bertingkah laku seakan keadaan in merupakan keadaan paling alamiah di dunia.

Aku sering mengeluh soal ini, namun Hotta bilang satu individu tidak akan mampu mencapai apa pun, betapa pun keluhannya sangat beralasan. Aku tidak mengerti mengapa jumlah menjadi masalah di sini; satu atau dua orang, bila suatu keluhan itu shahih, maka memang shahihlah dia. Ketika aku mengucapkan ini kepada Hotta, dia mengutip frase Bahasa Inggris, "might is right." Waktu itu aku tidak bisa menangkap apa maksudnya, jadi dia menjelaskan bahwa maksudnya yang kuatlah yang akan mendapatkan keutamaan. Kalau soal itu, aku sudah tahu sejak dulu dan tidak butuh diingatkan lagi sekarang; soal itu dan tugas malam adalah dua hal yang berbeda. Lagi pula, mana ada orang yang setuju bila Si Tanuki dan Si Kemeja Merah digolongkan kedalam kategori "yang kuat." Tapi begitulah, mengesampingkan protesku, akhirnya tiba saatnya giliranku menjalani tugas malam.

-Botchan, Natsume Soseki

No comments: